Twitter Haramkan Iklan Bitcoin dkk setelah Facebook dan Google

0
121
views
Twitter Haramkan Iklan Bitcoin dkk setelah Facebook dan Google

Beberapa media sosial (medsos) sepertinya tak ‘betah’ dengan iklan mata uang digital (cryptocurrrency) seperti Bitcoin dan kawan-kawannya.Facebook, belum lama ini memblokir iklan cryptocurrency karena menilai hal tersebut sebagai praktik yang menyesatkan dan berpotensi merugikan pengguna.Google juga mengambil langkah serupa. Pihaknya juga mencekal iklan-iklan opsi biner atau produk sejenisnya, dan juga mata uang digital serta konten-konten yang masih berkaitan dengan cryptocurrency.Dan kini, Twitter akan menyusul aksi haramkan bitoin tersebut.

Twitter belum memberikan konfirmasi terkait hal init. Namun, masuk akal jika memang perusahaan mengakui akan memblokir iklan cryptocurrency. Pasalnya, scam iklan cryptocurrency justru lebih banyak di Twitter ketimbang Facebook dan Google. Terlebih, iklan hadir berupa cuitan dengan kalimat yang meyakinkan. Nasib cryptocurrency sendiri belum bisa dipastikan mengarah ke mana. Nilainya saja bisa terjun bebas sewaktu-waktu. Akhirnya kabar mengenai Twitter haramkan bitcoin setelah facebook dan google mulai tersebar.

Tanda-tanda melemahnya cryptocurrency sudah lebih dulu diperlihatkan Bitcoin yang harganya mulai menurun di bawah US$ 9.000 (Rp 123 jutaan). Meski harga Bitcoin sempat menyentuh angka hingga US$ 20.000  atau setara dengan nilai Rp 268 juta pada akhir tahun 2017 lalu. Fluktuasi nilai yang sama juga terjadi ketika Facebook melarang iklan cryptocurrency yang mengakibatkan harga Bitcoin jatuh sebanyak 12 persen.

Ternyata Bill Gates yang merupakan Pendiri Microsoft sendiri juga menyatakan kecemasan yang sama, hal ini terkait dengan penggunaan Bitcoin yang dinilai dapat mematikan karena memiliki sifat yang anominitas. Perkataan dari Bill Gates sendiri memiliki maksud yakni, Bitcoin sendiri biasanya digunakan untuk membeli sesuatu atau barang yang tidak seharusnya. Hal itulah yang membuat bitcoin menjadi berbahaya.Tak hanya itu, dengan sifat anonimnya, pihak berwenang sulit untuk melacak peredaran Bitcoin. Kondisi itu, menurut Gates, membuat cryptocurrency berbeda dari uang tunai. Hal ini dikarenakan uang tunai sendiri dapat dilacak oleh penggunanya, ketika ada penyalahgunaan misalnya, pencucian uang atau pun pendanaan untuk kegiatan terorisme.

Baca Juga Gan ! :  Buka Rekening Bank di Jenius (Gratis) Tanpa Biaya Apapun

Pemerintah sendiri melalui Bank Indonesia telah menyatakan secara resmi larangan menggunakan Bitcoin atau yang semacamnya untuk digunakan sebagai alat transaksi mau pun alat pembayaran di Indonesia. Mata uang tersebut dinilai berisiko tinggi karena tidak memiliki regulator atau administrator yang bertanggung jawab atas pergerakan mata uang serta underlying asset yang menjadi dasar penilaian.Selain itu, pemerintah juga harus waspada terhadap mata uang virtual ini karena dapat digunaka untuk alat pencucian uang dan juga mendanai kegiatan terorisme.

Kiprah awal mata uang digital dimulai pada 2008 yang merupakan hasil penelitian dari seseorang ataupun sebuah kelompok dengan nama samaran Satoshi Nakamoto. Mata uang ini sendiri bekerja dengan cara memanfaatkan sebuah database yang kemudian dikirimkan atau didistribusikan pada node node yang merupakan sebuah peer-to-peer ke jurnal transaksi, dan menggunakan kriptografi untuk menyediakan fungsi-fungsi keamanan dasar. Karena ketidak jelasan ini, wajar saja jika Twitter haramkan bitcoin setelah facebook dan google.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here